Rabu, 03 September 2014

KISAH KESETIAAN ANTARA SUAMI DAN ISTRI


By on 20.22



Hiduplah seorang laki2 yg sangat miskin bersama istrinya. Suatu sore, sang istri meminta dibelikan sisir untuk rambutnya yg panjang agar terlihat anggun.

Sang suami memandangnya dengan sedih, dan berkata: "Aku belum bisa memenuhi permintaanmu.. Bahkan untuk jam tanganku saja aku belum bisa membeli talinya".

Istrinya tidak membantah, bahkan tampak senyum di wajahnya.

Keesokan harinya, setelah selesai dari pekerjaannya, sang suami pergi ke pasar dan menjual jam tangannya, yg tanpa tali itu, dengan harga murah. Kemudian membeli sisir permintaan istrinya.

Ketika sampai di rumah sore hari sambil membawa sisir yg dibelinya itu, ia melihat rambut istrinya sudah sangat pendek sekali, dan dilihat tangan istrinya memegang tali jam tangan (rupanya sang istri memotong rambutnya dan menjualnya untuk membeli tali jam tangan). Lalu keduanya saling memandang dengan air mata yg bercucuran.

Bukan karena apa yang mereka lakukan sia-sia!! Tapi karena keduanya merasa saling mencintai. Keduanya sama-sama ingin memenuhi apa yg diinginkan satu sama lain.

Ingatlah selalu..

Bahwa mencintai atau dicintai seseorang itu harus berusaha membahagiakannya dengan banyak cara, bahkan jika hal itu berharga mahal.. Karena cinta sejati bukanlah pada kata-kata, tapi pada perbuatan.

Catatan : Dalam islam memperjual belikan rambut adalah haram. Jadi buat Anda yang beragama islam, jangan meniru menjual rambutnya, tapi tirulah pengorbanan seorang istri kepada suaminya. Mohon maaf apabila ada kesalahan.

Sponsored By : http://infosehat.in


About The Blogger

"Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik." (QS. Al Hadid 57 : 16)

0 komentar:

Posting Komentar